Blog Peternakan | Info Peternakan Indonesia

Klasifikasi, Asal-usul dan Jenis Bangsa Domba

Domba dianggap berasal dari keturunan jenis liar, seperti mouflon yaitu domba yang berekor pendek. Varietas-varietas yang terdapat di Eropa dan Asia adalah merupakan stok dasar untuk menghasilkan wool, daging, kulti dan susu. Praktek-praktekseleksi tidak hanya menyingkirkan intrinsik. Intrinsik liar serta membiarkan semakin tergantung kepada manusia dalam hal tata laksana dan produksi, tetapi juga ekor domba menjadi lebih panjang. Pada mulanya domba diternakkan bersamaan dengan mulai di ternakkan kambing. Pusat peternakkan domba adalah slepa(lapisan/arab), kemudian berkembang ke Iran, India, Eropa dan Afrika.

Klasifikasi / Sistematika domba menurut Reksohadiprodjo (1984), adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Sub Kingdom : Metazoa
Phylum : Chordata
Clasis : Mamalia
Ordo : Ungulata
Sub Ordo : Atiodatyles
Familia : Bavidal
Sub Familia : Opriae
Genus : Ovisarces
Species : Oviy musiman, Oviy Orientalis, Oviy Ommon, Ovis Canadenti.

Bangsa Domba

Domba Rambouillet

Merupakan salah satu domba yang berasal dari Prancis. Ciri-ciri dari domba ini adalah berwarna putih, bertanduk, dan menonjol karena woolnya berkualitas tinggi, mudah beradaptasi pada kondisi yang berat serta memiliki ukuran badan paling besar diantara bangsa-bangsa domba berbulu halus. Betina dapat beranak sepanjang tahun.

Domba Dorset

Domba ini berasal dari daerah Dorset, Somerset dan Wiltshire di Inggris. Dorset bermuka putih. Baik strain yang bertanduk maupun yang tidak bertanduk, Tercatat di dalam klub “Continental Daiset”. Bangsa ini sangat subur, beranak lebih awal dan merupakan penghasil susu yang baik. Kedua jenis kelamin dapat beranak sepanjang tahun, Domba jantan paling aktif mengawini pada musim panas sehingga lebih dikenal sebagai penghasil anak dimusim panas pada waktu sebagian besar domba tidak berproduksi.

Domba Merino

Merupakan jenis domba berbulu halus yang berasal dari Merino, Spanyol. Warna karakterstik domba ini adalah putih yang biasanya bertanduk. Masa hidup domba ini cukup panjang dan suka mengelompok. Domba Merino jenis A bulunya sangat keriting, sedangkan jenis B tidak terlalu keriting. Domba Merino Betina dapat beranak sepanjang tahun 

Domba South Down

Merupakan domba tipe pedaging  yang baik dengan ciri-ciri : tubuh pendek, lebar dan dalam, leher agak panjang, kepala besar, terangkat agak tinggi dari badan, telinga besar letaknya horisontal, pada betina tanduk lebih subur, bulu badan, kaki bawah, dan moncong putih. Bagian dalam daun telinga dan keliling mata berwarna kehitam-hitaman

Domba Lincoln

Daerah Lincoln di Inggris merupakan asal dari domba Lincoln. Domba ini tidak terkenal di Amerika Serikat, tetapi banyak digunakan di New Zealand, Australia dan Amerika Selatan. Domba Lincoln tidak bertanduk, mukanya berwarna putih dengan bulu yang menutupii muka dan kakinya.

Domba ekor tipis

Domba ini merupakan domba yang banyak terdapat di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Domba ini termasuk golongan domba kecil, dengan berat potong sekitar 20-30 kg. Warna bulu putih dan biasanya memiliki bercak hitam disekelilingi matanya. Ekornya tidak menunjukan adanya desposisi lemak. Domba jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkam yang biasanya tidak bertanduk. Bulunya berupa wool yang kasar.

Domba ekor gemuk

Domba ini berasal dari Indonesia bagian timur (Madura, Sulawesi, Lombok). Domba jantan bertanduk sedangkan yang betina tidak, ekornya panjang, lebar dan mampu menimbun lemak yang banyak sehingga ekornya menjadi besar, tetapi ujung ekornya tipis, karena pada bagian ini tidak terdapat timbunan lemak

Domba Hampshire

Berasal dari Hampshire , Inggris. Bangsa domba ini memiliki telinga dan hidungnya berwarna hitam, tidak berbulu, tidak bertanduk, badan besar, tegap/kuat yang diketahui dari tenaga dan kekuataannya. Domba ini dapat hidup baik di padang rumput, mudah beranak serta anaknya berat dan lincah.

Klasifikasi, Asal-usul dan Jenis Bangsa Kambing

Kambing merupakan hewan yang berasal dari daerah pegunungan dan hidupnya di daerah yang bertebing-tebing dan curam. Berkarakteristik lincah, gesit, suka berkelahi dan mudah menjadi liar kembali. Capranircus berasal dari daerah Pakistan dan Turki, Capraprisca dari daerah Balkan dan Coprakakonieri berasal dari daerah Khosmis.

Klasifikasi / sistematika kambing adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia 
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Class : Mamalia
Sub Class : Theria
Ordo : Artiodactyla
Sub Ordo : Pecara
Familia : Bavidal
Sub Familia : Capridal
Genus : Capral
Sub Genus : Capra Can Calus, Capra Bukrus, Capra Kambing Sejati
Spesies : Capra Nircus, Capra Pnyca, Fallan.

Bangsa Kambing Indonesia

Kambing Kacang

Merupakan kambing asli Indonesia dan malaysia, ciri-cirinya adalah badan kecil pendek, tahan derita, lincah, mampu beradaptasi dengan baik, telinga pendek dan tegak, leher pendek, punggung melebihi tinggi bahu, warna bulu hitam dan kasar, coklat tua atau putih, tinggi gumba kambing jantan 60-65 cm dan pada betina 56 cm. Kambing ini sangat lambat dewasa kelaminnya.

Kambing Bligon

Kambing bligon yang diduga merupakan hasil persilangan antara peranakan ettawa dengan kambing kacang. Karakteristik yang dimilikinya adalah badannya lebih besar dibanding kambing kacang, berat badan dewasanya antara 20 sampai 30 kg, telinganya agsk menggantung, profil muka agak cembung, warnanya merah/coklat, putih, hitam, dan kombinasi dari warna-warna tersebut


Bangsa Kambing Import

Kambing Etawa 

 Berasal dari distrik etawa, yaitu tempat yang berlereng-lerng di sebelah selatan Himalaya. Ciri-cirinya warna bulu bervariasi dengan warna dasar putih disertai bercak-bercak coklat, hitam, merah atau campuran ketiganya. Kepalanya tegak, garis profil melengkunng atau konveks, betina dan jantan bertanduk mengarah kebelakang. Telinga panjang, lebar dan menggantung. Pantat kambing jantan dan betina berbulu panjang dan lebat.

Kambing Saanen

Berasal dari lembah Saanen di Swiss, warna bulunya puth sedikit krem, telinganya tegak, tajam dan mengarah kedepan, baik jantan atau betina tidak bertanduk, dahi lebar, kaki kurus dan kuat, merupakan tipe penghasil susu.



Kambing Togenburg

Berasal dari Lembah Tugenburg, pegunungan Alpen di Swiss Timur Laut. Warna bulunya bervariasi dari coklat muda sampai warna coklat tua. Warna spesifikasinya telinga berwarna putih dengan spot hitam pada bagian tengah, dua garis putih dari sebelah atas mata sampai pada bagian mulut. Kaki berwarna putih pada bagian dalam, mulai dari lutut ke kaki depan dan ke belakang, kanan kiri pangkal ekor terdapat warna putih berbentuk segitiga. Telinganya tegak dan kecil, ambing besar, leher kecil 

Kambing Nubian

Kambing Nubian berasal dari Afrika. Berbulu pendek, mengkilap dan kebanyakan berwarna hitam dan coklat dengan telinga yang panjang dan jatuh. Kambing bersifat sangat lembut, produksi susunya lebih sedikit bila dibandingkan dengan kambimg yang berasal dari Swiss, tetapi persentase lemak susunya tinggi. Kambing betina mencapai dewasa kelamin pada saat beratnya kira-kira 60 kg. Kambing ini lebih banyak dagingnya disbanding bangsa perah lainnya (Blakely and Bade, 1998).

Kambing Angora

Kambing Angora berasal dari Ankara, Turki, daerah pegunungan dengan iklim kering dan temperatur yang ekstrim. Baik yang jantan maupun betina semuanya bertanduk dengan dahi terbuka dengan bulu yang panjang. Bulu kambing Angora disebut mohair. Berat kambing jantan saat dewasa kelamin 55-80 kg kambing betina mencapai dewasa kelamin dengan berat 35-40 kg.

Kambing Spanish

Kambing Spanish lebih besar dibandingkan dengan kambing Angora dan bulunya lebih sedikit. Kambing ini mempunyai warna bermacam-macam terutama dimanfaatkan untuk produksi daging. Kambing Spanish sangat tangguh dan memerlukan tatalaksana dan ten aga kerja yang minim. Ciri khas kambing Spanish adalah fisiologi reproduksinya.

Kambing Kasmir


Berasal dari Tibet. Ciri-cirinya adalah berbulu panjang dan halus, warna abu-abu, kepala besar, mata kecil, jantan dan betina bertanduk, merupakan penghasil bulu untuk permadani.

Klasifikasi, Asal-usul dan Jenis Bangsa Sapi

Dari sejarahnya, semua bangsa sapi yang dikenal di dunia berasal dari Homacodantidae yang dijumpai pada zaman palaeocene. Adapun jenis primitifnya ditemukan pada zaman pliocene di India, Asia. Perkembangan dari jenis primitif itulah yang sampai sekarang menghasilkan tiga kelompok nenek moyang sapi hasil penjinakkan yang kita kenal. 

Sistematika / klasifikasi sapi adalah sebagai berikut :
Phylum : Chardata
Sub Phylum : Vertebrata
Class : Mamalia
Sub Class : Plasentalia
Ordo : Ungulata
Sub Ordo : Arhoclactyla
Rumpun : Selonodonta
Familia : Bavidae
Genus : Bos
Sub Genus : Taurina, Bisantia, Bibavina, Bubolina, Lepsoburina
Spesies : Bos Indicus, Bos Taurus, Bos Sandaicus.

Dari beberapa literatur, tidak diketahui secara pasti kapan awal penjinakan sapi dilakukan oleh manisia. Namun di pusat perkembangan kebudayaan seperti di Mesopotamia, India, Bangkok dan Eropa dikenal pada tahun 600 SM. Sedangkan dimesir kuno, konon sudah dikenal pemeliharaan sapi pada tahun 8000 SM. Adapun sapi yang dihasilkan dari jenis primitif, diklasifikasikan menjadi 3 kelompok besar yang memiliki andil warna genetik sapi, yakni :

Bos Sondaicus atau Bos Banteng, sampai sekarang masih ditemukan liar di daerah margasatwa yang dilindungi di pulau Jawa, seperti Pangandaran dan Ujung Kulon dan merupakan sumber asli Indonesia.

Bos Indicus atau Sapi Zebu, Sampai sekarang mengalami perkembangan di India, Asia. Yang terkenal di Indonesia adalah sapi brahman dan sapi ongole. Bos Indicus merupakan sapi berpunuk, sapi-sapi dari Bos Indicus menurunkan bangsa-bangsa sapi di daerah tropis.

Bos Taurus atau sapi Eropa, Sampai sekarang mengalami perkembangan di Eropa. Bos Taurus merupakan bangsa sapi yang menjadi nenek moyang dari sapi potong maupun sapi perah.

Ketiga kelompok nenek moyang sapi tersebut, baik secara alamiah maupun karena peran serta manusia melalui hasil perbandingan atau persilangan berhasil mengalami perkembangan yang menurunkan bangsa-bangsa sapi modern, baik tipe potong-perah, tipe potong-kerja, tipe perah maupun tipe potong murni.

Bangsa Sapi Potong Asia

Sapi Bali

Merupakan sapi keturunan bos sondaicus (bos banteng) yang berhasil dijinakkan dan mengalami perkembangan pesat di pulau Bali. Sapi Bali asli mempunyai bentuk dan karakteristik sama dengan banteng, kecuali ukurannya relatif kecil karena pengaruh penjinakan. Termasuk sapi tipe dwiguna (kerja dan potong). Ciri-ciri karakteristiknya antara lain: warna bulu pada waktu pedet berwarna sawo matang dan kemerahan, sedang pada sapi betina dan jantan dewasa menjadi berwarna hitam; berat badan untuk jantan 400 kg, sedang pada sapi betina 350 kg; bertanduk; mempunyai bercak putih pada pantat (bentuk setengah lingkaran); bibir bawah tepi dan bagian dalam telinga serta keempat kakinya mulai dari tarsus dan carsus kebawah sampai kuku berwarna putih dan pada pinggiran punggung terdapat garis hitam.

Sapi Ongole

Merupakan sapi keturunan bos indicus yang berhasil dijinakkan di India. Sapi Ongole masuk ke Indonesia abad ke-19 dan dikembangkan cukup baik di pulau Sumba, sehingga lebih dikenal dengan Sapi Sumba Ongole. Karakteristik Sapi Ongole adalah punuk besar dan kulit longgar dangan banyak lipatan dibagian bawah leher dan pantat, telinga panjanng serta menggantung, tempramen tenang dengan mata besar, tanduk pendek dan hampir tidak terlihat, warna bulu umumnya putih kusam atau agak kehitam-hitaman dan warna kulit kuning.

Sapi Madura

Merupakan sapi keturunan perkawinan silang antara bos indicus dan bos sondaicus. Karakteristik sapi madura adalah punuk yang kecil diwarisi dari bos indicus dan warna kulit coklat atau merah bata diwarisi dari bos sondaicus, pada kepalanya terdapat tanduk melengkung ke depan dengan melingkar bulat sabit.

Sapi Grati

Merupakan sapi keturunan bos sondaicus yang berkenbang di Pulau Jawa dan Pulau Madura. Dari keturunan perkawinan sapi yang berkembang di Pulau Jawa dan Madura dihasilkan Sapi Grati. Ciri-ciri dan karakteristik sapi grati adalah mirip dengan sapi bali, warna bulunya coklat atau merah bata dan ada kalanya sedikit putih dan hitam.

Sapi Brahman

merupakan sapi keturunan bos indicus yang beerhasil dijinakkan di India, Tetapi mengalami perkembangan pesat di Amerika Serikat. Sapi ini adalah hasil campuran darah 3 bangsa sapi madura yaitu bangsa bir,buzerat, dan nellose. Sapi ini bertanduk dan warnanya brrvariasi  mulai dari abu-abu muda, totol-totol, sampai hitam, terdapat punuk pada punggung di belakang kepala, yang merupakan kelanjutan daari otot-otot pundak, dengan telinga yang berpendulous panjang, serta adanya pendulous yang longgar sepanjang leher. Sapi Brahman memiliki sifat yang khas yaitu ketahanannya terhadap kondisi tatalaksana yang sangat minimal, toleransi terhadap panas, kemampuannya untuk mengasuh anak, daya tahan terhadap kondisi yang jelek seperti penyakit dan parasit. Berat badan betina dewasa mencapai 585 kg sedangkan jantan dewasa mencapai 900 kg atau bahkan lebih.

Bangsa Sapi Potong Eropa

Sapi Hereford

Merupakan sapi potong keturunan bos taurus yang dijinakkan di daerah Hereforshire, Inggris. Adapun karakteristik sapi hereford antara lain: bulu badam berwarna merah, kecuali bulu pada bagian muka, dada, perut bagian bawah dan ekor pada umumnya berwarna putih; ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk; bentuk badan bulat panjang; lambung besar menyerupai tong bulat; dada dalam dan kaki besar tegap. Berat sapi hereford usia 2 tahun bisa mencapai 725 kg dan berat sapi jantan 900 kg.

Sapi Shorthorn

Adalah sapi potong keturunan bos taurus yang dikembangkan di daerah Northumberland, di bagian timur laut Inggris. Ciri normal sapi ini adalah tanduk, punuk, warna bulunya juga khas karena menurut standar tercatat 3 warna merah, putih dan kecoklatan (roan), ukuran badannya besar dibandingkan kebanyakan bangsa sapi lainnya, sapi jantan mencapai 1000 kg sedangkan sapi betina 900 kg. Sifat yang menonjol adalh produksi susunya tinggi, dapat memanfaatkan hijauan pakan secara efisien, tempramen yang baik serta pertumbuhannya yang cepat pada pemeliharaan feedlot.

Sapi Angus

Berasal dari Skotlandia Timur kemudian disilangkan dengan sapi longhorn guna meningkatkan produksi sapi daging. Warnanya hitam, tidak bertanduk dan ini dianggap sebagai salah satu sifatnya yang penting. Pejantannya dapat mencapai berat badan 850 kg, sedangkan betinanya dapat mencapai berat badan 675 kg. Sifat-sifat yang menonjol dan mempunyai arti penting adalah ketahanan terhadap hawa dingin, kemampuan memelihara anak dan menyusui, masak dini, tidak banyak kesulitan kelahirkan, fertilitas tinggi dan salah satu sifatnya yang paling penting adalah kualitas karkas yang istimewa dengan tulang-tulang yang kecil, perdagingan yang baik serta persentase lemak yang rendah akan penutup.

Sapi Red Pall

Berasal dari Inggris yaitu dari daerah Norfolk dan Suffolk. Sapi ini memiliki warna merah dan beberapa bagian yang berwarna putih masih dapat di izinkan. Secara alamiah sapi ini memang tidak bertanduk. Berat badan pejantan mecapai 900 kg sedangkan betina dewasa mwncapai 675 kg. Kelebihan yang menonjol adalah sifat masak dini, kemampuan merumput, produksi susu tinggi serta produksi karkas tinggi dengan derajat potong yang tinggi. Sapi Red Pall cenderung memiliki perut yang besar dan perdagingan yang kurang pada bagian lain dan paha belakang. Hal ini disebabkan karena pemanfaatannya sebagai sapi dwiguna dengan penekanan pada produksi susu maupun daging.

Sapi Devon

Adalah salah satu bangsa yang berasal dari barat daya Inggis yaitu daerah Devon. Warna bulunya merah tua sampai kecoklatan. Karena pada warna itulah sapi ini dijuluki ruby. Sapi Devon mempunyai tanduk yang berwarna putih cream dengan ujung yang berwarna gelap, sifat ini karakteristik hingga mudah dibedakan dari bangsa lain. Sifatnya yang menonjol adalah perdagingan yang baik, sifat dwigunanya serta kemampuannya menyusui pedet, kemampuannya untuk beradaptasi terhadap suhu yang ekstrim, juga mengesankan.

Sapi Potong Hasil Persilangan

Sapi Santa Berfrudis

Merupakan sapi persilangan antara pejantan Brehman dengan betina Shorthorn, dengan perbandingan 5/8 darah shorthorn dan 3/8 darah brahman. Warna bulu merah tua atau merah tanah, tubuh lebih rata dan padat dari pada brahman, bertanduk dan bergelambir, telinga rendah dan tebal. Berat sapi jantan dewasa 800 kg dan betina 780 kg.

Sapi Beef Master

Merupakan persilangan yang mengandung darah Hereford ¼, shorthorn ¼, dan brahman ½. Warnanya bisa coklat, merah kecoklatan, merah dengan totol putih, serta kombinasi warna yang lain. Beef Master juga tidak dibedakan antara yang bertanduk dan yang tidak bertanduk. Bangsa sapi beef master diseleksi untuk 6 sifat yaitu dispasisi, fertilitas, berat, konformasi, ketahanan, serta produksi susu.

Sapi Chargray

Berasal dari persilangan antara charolais dengan brahman yang dilakukan di lembah Rio Brande. Persilangan ini tidak menetapkan persaratan perbandingan darah tertentu, tetapi perbandingan darah yang disukai adalah 13/16 charolais dan 3/16 brahman. Bangsa sapi chargray berukuran besar yaitu mencapai 1000 kg untuk betina dan 1400 kg untuk jantan. Warnanya adalah cream dan memiliki tanduk.

Sapi Belfalo

Adalah pencampuran antara darah 3/8 bison, 3/8 choralois dan 2/8 hereford. Pertumbuhannya cepat, kelahirannya tidak mengalami kesulitan dan daya tahan tinggi terhadap penyakit dan parasit

5 Cara Menyusun Ransum Pakan Ternak

Ransum adalah makanan yang diberikan pada ternak tertentu selama 24 jam, pemberiannya dapat dilakukan sekali atau beberapa kali dalam 24 jam. Ransum lengkap (complete feed) merupakan pakan tunggal hasil pencampuran bahan-bahan pakan yang telah diproses untuk menghindari seleksi pakan oleh ternak. Sedangkan Ransum sempurna adalah kombinasi beberapa bahan makanan yang bila dikonsumsi secara normal dapat mensuplai zat-zat makanan kepada ternak dalam perbandingan, jumlah, bentuk sedemikian rupa sehingga fungsi-fungsi fisiologis dalam tubuh dapat berjalan dengan normal. Dalam ransum sempurna ekonomis, faktor-faktor ekonomi termasuk pertimbangan bagi penyusun ransum. penyusunan ransum dapat diaplikasikan pada berbagai jenis ternak ruminansia, non ruminansia (monogastrik) dan unggas seperti sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, bebek / itik, puyuh dll.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa ternak akan melakukan seleksi pada pakan yang diberikan dan dengan ransum lengkap. Semua bahan pakan akan menjadi satu dan mempunyai kandungan nutrien yang sama pada setiap bagiannya. Sehingga seleksi oleh ternak dapat dikurangi. Ransum lengkap juga membantu dalam penyediaan bahan pakan yang seimbang untuk ruminansia dengan menggunakan bahan lokal seperti limbah pertanian, sisa industri pertanian dan limbah ternak. Hal-hal yang dibutuhkan dalam menyusun satu ransum adalah
  • pengetahuan tentang zat-zat makanan ternak yang bersangkutan (feeding standard)
  • pengetahuan tentang komposisi kimia
  • menghitung dan merangkum bahan makanan.  

Secara garis besar ada lima macam metode penyusun ransum, yaitu:

  1. trial and error method
  2. pearsons square method
  3. exact method
  4. simultaneous equation method
  5. linear programing method.

Trial and error

Metode ini mempunyai dua langkah awal yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum melangkah lebih lanjut yaitu memilih bahan pakan yang akan digunakan dari bahan pakan yang tersedia dan mencari data untuk mengetahui kandungan nutrien penyusun masing-masing bahan pakan yang telah terpilih, selanjutnya menyusun dan menghitung berulang kali kandungan nutrien yang sesuai ataupun yang dikehendaki. Trial and error method bila ditinjau dari cara perhitungannya merupakan metode yang kurang praktis, apalagi mereka yang tidak berkecimpung dalam penyusunan ransum akan mendapatkan kesulitan.

Pearsons square

Merupakan metode yang sederhana dan yang hanya digunakan untuk membuat campuran yang hanya terdiri dari dua macam bahan pakan. Kedua bahan pakan tersebut yang berbeda hanya kadar satu macam nutrien. Hasil campurannya mempunyai kadar nutrien diantara kadar dari kedua bahan pakan tersebut. Jadi metode ini misalnya hanya untuk menentukan PK saja, untuk ME saja, untuk satu macam mineral atau satu macam vitamin dari campuran yang tersusun dari dua macam bahan pakan.

Exact

Metode ini lebih praktis digunakan untuk menyusun ransum ternak ruminansia, walaupun dapat pula digunakan untuk ternak non ruminansia. Pada penggunaan metode ini harus diketahui adanya beberapa ketentuan terlebih dahulu, yaitu meliputi jumlah nutrien yang dibutuhkan ternak sesuai dengan bobot kadarnya, macam dan kandungan nutrien bahan pakan yang akan digunakan untuk menyusun ransum, jumlah pakan hijauan untuk memenuhi semua TDN (total digestible nutrient) yang dibutuhkan, jumlah konsentrat untuk memenuhi sebagian dari pakan hijauan, dan pengujian kendungan nutrien ransum.

Simultaneous equation

Metode ini disebut pula dengan nama persamaan aljabar. Digunakan XY (aljabar) karena ada dua hal yang belum diketahui dan yang akan dicari, misalnya PK (X%) dan ME (Y mcal/kg). Disamping itu bahan pakan yang akan digunakan adalah lebih dari dua macam.

Linear programing

Metode ini merupakan penjabaran dari simultaneous equation method yang biasanya dilakukan dengan bantuan komputer. Metode ini menggunakan berbagai macam bahan pakan dan menggunakan berbagai macam faktor pembatas. Keunggulan dari metode ini, yaitu efektif, efisien dalam waktu dan keakuratan tinggi.

Karakter Cerdas Kucing Persia Himalaya & perawatannya

Kucing Persia Himalaya merupakan salah satu dari kucing yang sangat digemari penyayang binatang. Kucing yang berasal dari persilangan antara Persia dan Siamese ini memiliki warna mata yang sangat indah. Bentuk tubuh pada kucing ini cukup besar, gemuk dan memiliki ukuran kaki yang cukup pendek. Hal ini tentu saja akan menyulitkan untuk melompat atau berlari dalam jarak yang jauh. Namun, persilangan antara dua ras kucing juga memberikan pilihan Persia Himalaya yang memiliki tubuh cukup langsing seperti Siamese.

Kucing yang memiliki ukuran seperti Siamese bisa melompat hingga ketinggian yang cukup baik. Tentu saja masing-masing dari perbedaan ukuran tubuh pada kucing ras ini akan memberikan perilaku berbeda. Biasanya pada kucing Persia Himalaya yang memiliki tubuh cukup gemuk cenderung lebih pasif dan memiliki sifat manja pada orang-orang di sekitar. Namun, pada kucing Persia Himalaya yang memiliki tubuh lebih langsung akan lebih aktif.

Kepribadian pada Kucing ras Persia Himalaya juga merupakan hasil dari persilangan antara dua ras. Anda bisa memperhatikan bahwa kucing ras seperti ini ada yang tampil sangat aktif dan sangat senang bermain dengan berbagai objek di sekitar. Bahkan, tingkat kecerdasan dari sebagian ras Persia Himalaya seperti ini lebih baik dibandingkan dengan kucing ras lainnya. Tingkah laku yang sangat lembut juga menjadi pertimbangan bagi Anda untuk menjadikan ras Persia Himalaya ini sebagai pilihan terbaik. Apalagi sebagian dari kucing ini juga cukup komunikatif dengan beberapa bahasa isyarat atau perintah sederhana. Tentu saja hal ini dilakukan dengan menerapkan latihan berkala. Hal penting yang harus Anda pertimbangkan lagi adalah kucing ras ini memiliki tingkat kesetiaan yang sangat tinggi. Sehingga Anda tidak perlu khawatir bila menempatkan kucing ras ini di luar ruangan.

Karakter fisik Kucing Persia Himalaya

Ukuran tubuh Kucing Persia Himalaya yang cukup besar akan memberikan pengaruh terhadap kondisi tubuh dan bulu. Bahkan, sebagian dari kucing seperti ini juga memiliki beberapa bentuk wajah berbeda. Menurut sebagian dari ahli, Persia Himalaya terbagi beberapa jenis atas dasar bentuk wajah. Anda akan mengenal Himalayan Doll Face yang memiliki wajah tidak terlalu datar atau pesek dan Himalayan Ultra Face yang cenderung memiliki wajah sangat datar bahkan terlalu pesek. Seluruh bulu bagian tubuh utama pada kucing ini memiliki ukuran yang cukup panjang. Bahkan, panjang dari bulu ini hingga 3 cm. Ukuran ini tentu lebih panjang dibandingkan dengan ras persia biasa. Bulu yang cukup panjang seperti ini akan membutuhkan perawatan yang sangat baik. Namun, sebagian dari kucing ras ini memiliki ukuran kaki yang tidak terlalu panjang. Sehingga sebagian dari mereka terlihat sulit untuk berjalan hingga berlari akibat bobot tubuh yang sangat berat.

Perawatan untuk Kucing Persia Himalaya

Anda harus memberikan waktu yang sangat banyak untuk merawat Kucing ras Persia Himalaya. Apalagi kesehatan pada kucing ras ini juga berbeda dibandingkan dengan ras lainnya. Persia Himalaya dianggap sebagai salah satu kucing yang tidak mudah terserang oleh penyakit yang berasal dari luar tubuh. Namun, kucing seperti ini masih membawa penyakit yang berasal dari persilangan ras seperti polycystic kidney disease (PKD). Penyakit ini akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan ginjal akibat kista. Untuk menghindari timbulnya penyakit ini, sebaiknya anda selalu memberikan air jernih dan bukan air mentah yang berasal dari keran. Selain itu, pilih pakan yang berasal dari bahan organik atau melalui proses memasak. Perawatan bulu sederhana seperti tidak menempatkan kucing ini di ruang lembab. Anda juga harus membersihkan seluruh bagian bulu kucing ini dengan sisir khusus selama 2 minggu sekali.

Kucing Manx : Kucing Tanpa Ekor yang Harganya Selangit

Kucing Manx adalah salah satu dari kucing yang sangat unik. Kucing ini memiliki bentuk fisik berbeda dibandingkan dengan ras lainnya, yaitu tidak memiliki ekor sama sekali. Bila memiliki ekor, biasanya ukuran dari ekor itu sangat pendek. Ras yang berasal dari Britania Raya ini termasuk dalam kucing tertua yang memiliki sertifikat dari CFA atau Cat Fanciers Association. Karakter fisik yang sangat berbeda pada ras lainnya bisa dilihat dari ukuran tubuh.


Kucing ini tergolong lebih pendek dan memiliki ukuran kaki belakang yang lebih panjang dibanding kaki depan. Sehingga hal ini membuat pinggul dari ras Manx ini terlihat lebih tinggi. Bahkan, sebagian dari pecinta kucing menganggap ras ini seperti kelinci. Bentuk tubuh dan keunikan dari karakter fisik ini menjadikan kucing ini sebagai salah satu dari ras termahal di dunia. Bahkan, tidak sedikit kolektor di seluruh dunia memburu dengan segala cara. Hal ini yang membuat kucing ini juga banyak mendapatkan perlindungan dari pecinta hewan.

Terlepas dari bentuk yang unik, Kucing ras Manx sangat senang bermain dan cenderung aktif bila berada di dekat manusia. Bahkan, beberapa waktu kucing ini sangat mudah melakukan loncatan yang sangat tinggi. Apalagi ukuran kaki belakang yang cukup panjang memudahkan kucing ini melalukan lompatan itu. Loyalitas yang dimiliki ras Manx sangat disenangi oleh banyak orang seperti kucing persia. Hal ini yang membuat kucing ini sering disebut sebagai One Person Cat. Bila kucing ras ini sudah termasuk dalam salah satu bagian keluarga pemelihara, maka akan sulit untuk menjadi bagian dari pemelihara lainnya. Loyalitas ini menjadi pertimbangan yang sangat baik bagi Anda untuk menjadikan ras Manx sebagai pilihan kucing utama. Kadang-kadang, sisi tempramental dari kucing ini keluar saat mengalami tekanan atau merasa terancam. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang untuk memberikan teman bagi ras Manx. Biasanya beberapa pemelihara kucing ras ini juga menempatkan anjing ras sebagai teman dan hidup berdampingan.

Karakter fisik dari Kucing Manx

Bentuk fisik dari Kucing ras Manx yang unik juga mempengaruhi pertumbuhan dewasa. Ukuran tubuh yang cenderung lebih pendek dibandingkan dengan ras lainnya juga membuat bentuk badan kucing ini sangat unik. Tulang punggung dari kucing ini terlihat seperti melengkung karena bagian kaki belakang memiliki ukuran yang lebih panjang. Selain itu, bagian kepala dari kucing ini cenderung bundar dan memiliki kedua pipi yang sangat menonjol. Kucing ini memiliki warna bulu yang tidak senada dengan bagian mata. Biasanya seluruh bagian bulu pada kucing ini terbagi atas dua lapis yaitu lapisan pendek dan sangat tebal. Sebagian dari kucing ini memang tidak memiliki ekor. Namun, ada juga sebagian kucing ras ini yang memiliki ekor. Bagian ekor pada kucing ini terdiri dari ekor dengan pangkal saja atau sering disebut rumpy riser, kemudian ekor dengan panjang parsial atau stumpy dan ekor normal atau Longy.

Perawatan sederhana untuk Kucing Manx

Saat anda memutuskan untuk memelihara Kucing ras Manx, sebaiknya terapkan perawatan sederhana dan sangat dibutuhkan pada kucing ini. Bentuk tubuh yang unik akan membutuhkan pola makanan yang berbeda. Anda bisa memberikan jenis pakan yang mengandung banyak protein untuk kucing ini. Apalagi jenis makanan ini juga sangat baik pada pertumbuhan tulang kucing, khususnya bagian kaki belakang. Perawatan lainnya adalah pembersihan bulu pada seluruh bagian tubuh. Selama jangka waktu 2 minggu sekali, mungkin anda bisa membersihkan bulu yang rontok dengan sisir khusus. Hal ini juga mencegah bakteri mudah menempel pada bagian kulit terluar kucing Manx.