Blog Peternakan | Info Peternakan Indonesia

5 Tips Merawat Ikan Lele Berdasarkan Usia Ikan Agar Bebas Penyakit

Budidaya ikan lele memang relatif mudah dengan menggunakan kolam terpal. Namun sayangnya, banyak para pembudidaya lele gagal dalam proses pembudidayaan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan cara perawatan ikan lele. Agar budidaya ikan lele Anda berhasil, maka Anda perlu untuk mengetahui tips merawat ikan lele yang benar. Biasanya kegagalan budidaya ikan lele dikarenakan lele terkena penyakit atau diserang oleh hama. Nah, untuk Anda para pengusaha ikan lele wajib tahu bagaimana cara merawat ikan lele dengan benar.

Tips merawat ikan lele yang benar pada intinya adalah pada pengaturan air dan pemberian makan. Perawatan ikan lele yang benar harus disesuaikan dengan umur dari bibit lele. Berikut ini cara pemeliharaan lele yang benar:

1. Pemeliharaan umur 1 sampai 4 hari

Pada usia 1 sampai dengan 4 hari merupakan usia yang sangat rentan bagi bibit lele. Lele dengan usia ini sangat rentan mati karena perubahan suhu yang drastis pada air. Oleh karena itu, lele dengan usia 1 sampai 4 hari harus dirawat dengan cara menjaga suhu air akan tetap stabil dan tidak sering berubah-ubah. Untuk pakannya cukup diberikan plankton saja. Jumlah plankton juga tidak perlu banyak, hal ini dikarenakan lele masih mempunyai cadangan makanan.

2. Pemeliharaan umur 5 sampai 15 hari

Pada umur 5 sampai dengan 15 hari cadangan makanan pada lele sudah habis, maka Anda perlu memberikan nutrisi tambahan pada lele. Tips merawat ikan lele umur ini adalah dengan memberikan pakan secara rutin dua kali sehari. Makanan yang diberikan adalah cacing sutra atau cacing darah. Selain makanan, air juga harus diperhatikan. Jika air sudah kotor maka perlu diganti dengan yang baru. Penggantian air ini tidak 100% tapi hanya 50%nya saja.

3. Pemeliharaan umur 16 sampai 25 hari

Pembesaran ikan lele dimulai pada saat lele berumur 16 sampai 25 hari. Pada umur ini, pakan lele sudah harus diganti, yaitu menjadi pelet yang berbentuk serbuk. Pemberian makannya juga harus lebih sering yaitu 4 kali dalam sehari. Sedangkan jumlah makanan yang diberikan yaitu 30% dari jumlah ikan yang ada dalam kolam. Pada usia ini ikan lele sudah perlu dipisahkan sesuai dengan ukurannya agar kolam tidak terlalu padat.

4. Pemeliharaan umur 26 sampai 30 hari

Tips merawat ikan lele umur 26 sampai dengan 30 hari adalah dengan mengganti pakannya. Pakan yang diberikan bukan lagi pelet serbuk melainkan pelet F100 yang berbentuk butiran. Pelet ini diberikan pada ikan lele sebanyak 3 kali dalam sehari. Ikan lele pada usia ini juga perlu untuk dipisahkan kembali guna mengurangi kepadatan dari kolam.

5. Pemeliharaan umur 31 sampai 40 hari

Tips merawat ikan lele yang terakhir yaitu pada saat lele berumur 31 sampai 40 hari. Pada umur ini lele sudah bisa dipanen tapi ukurannya tidak terlalu besar. Anda perlu melakukan seleksi untuk mengambil lele yang sudah siap untuk dipasarkan. Pakan yang diberikan pada lele usia ini adalah pakan F999 yang merupakan pakan pelet khusus ikan lele. Seleksi ikan ini sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Baca Juga:

Tips merawat ikan lele setelah memasuki usia 40 keatas tergolong lebih mudah. Hal ini dikarenakan pada usia ini ternak tidak rentan mati. Bisa dikatakan bahwa usia 40 hari keatas ikan lele sudah matang dan tidak perlu dirawat secara khusus. Walaupun demikian, jumlah makanan dan air kolam tetap harus diperhatikan. Memasuki masa panen ikan lele harus terus dijaga agar tidak dimakan oleh hama seperti kucing, berang-berang, tikus, dan berbagai hewan pengganggu lainnya

Tertarik dengan budidaya lele? Ingin keuntungan menjadi bertambah banyak? Baca Cara Terbaik Budidaya Ternak Lele 

6 Proses Penting Dalam Pemberian Pakan Ikan Lele

Pemberian pakan ikan lele dalam budidaya ikan lele merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan. Hal ini juga tentunya sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan dalam budidaya ikan lele itu sendiri. Proses pemberian pakan lele berpengaruh pada tingkat kematian, pertumbuhan yang merata dan juga kualitas air. Ada beberapa tips penting dalam pemberian pakan ikan itu sendiri yang harus dilakukan berikut ini!
"Pakan ikan lele merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi kesehatan, kualitas air dan juga tumbuh kembang lele itu sendiri. Pemberian pakan sebaiknya lewat penebaran merata"

1. Pemberian Pakan dengan Terjadwal dan Teratur

Untuk memberikan pakan ikan lele sebaiknya teratur dan terjadwal. Anda harus menentukan kapan waktu pemberian dan juga intensitas pemberian makanan ikan lele ini dalam sehari. Adapun pemberian pakan paling baik minimal 2 kali, seperti misalnya untuk 1 hari dilakukan sebanyak 2 kali pada pagi dan juga sore hari, bisa juga 3 kali pada pagi hari, kemudian siang hari dan juga malam hari. Pemberian pakan sebanyak 3 kali dalam sehari, pada pagi hari bisa dilakukan sekitar jam 8-9, lalu siang hari sekitar jam 1-2 juga di malam hari pada jam 8 sampai jam 9.

2. Menyesuaikan Ukuran Pelet dan Ukuran Lele

Seperti kita ketahui, di pasaran sudah banyak beredar makanan pellet untuk ikan lele dengan ukuran yang bervariasi. Sebaiknya sesuaikan ukuran pellet tersebut di tiap-tiap pertumbuhan ikan, diawali dari pellet yang terkecil lalu bertahap untuk dinaikkan ukurannya hingga menjadi pellet lebih besar. Pakan ikan lele untuk pellet yang ukurannya terlalu besar bisa menyulitkan lele saat makan.

3. Basahi Pelet Sampai Mengembang

Lele merupakan jenis ikan paling doyan makan dan rakus. Agar menghindari banyaknya makanan ke perutnya, sebaiknya lembabkan makanan pelet ikan lele ini dengan dibasahi air hingga merata lalu biarkan hingga beberapa menit supaya volume dari pelet mengembang. Sebab biasanya ikan ini akan makan pelet dengan jumlah lebih banyak jika pelet dalam kondisi ditebar kering daripada pelet dibasahi menggunakan air sebelumnya.

4. Menambahkan Probiotik dan Vitamin

Selain pakan ikan lele dibasahi, sebaiknya pakan ikan dicampurkan juga memakai vitamin dan probiotik. Biasanya kita bisa membeli vitamin dan probiotik dalam 1 paket botol yang bisa dibeli di toko pakan ikan. Disamping baik untuk ikan, probiotik pun bisa mempertahankan kualitas air serta menguraikan semua sisa dari bahan organic pada kolam, dengan begitu tak mengganggu kesehatan dari ikan lele. 

5. Pemberian Makan Seperlunya

Pemberian pakan ikan lele juga dilakukan lewat penebaran yang berangsur-angsur, usahakan untuk tidak melempar langsung pada kolam. Jika sekiranya ikan tampak sudah tak lagi nafsu untuk mengejar makanan, maka sebaiknya penebaran pakan dihentikan segera. Hal tersebut dilakukan agar menghindari pelet yang tersisa banyak dan akan tenggelam pada dasar kolam sehingga bisa mempengaruhi kualitas dari air kolam. Apalagi pemberian tambahan pakan sendiri bersifat langsung tenggelam pada dasar kolam sama halnya dengan keong dan bekicot.

Baca Juga:

6. Penebaran Dengan Merata

Saat penebaran pakan ternak khususnya ikan sebaiknya ditebarkan secara merata, khususnya pada kolam yang memiliki tingkat kepadatan yang tinggi. Adapun tingkat kepadatan kolam tinggi ini tentunya menyulitkan ikan untuk bergerak dalam mencapai pakan, melalui proses penebaran secara merata ini diharapkan agar semua ikan pun memperoleh jatah makannya.  Proses penebaran tidak merata justru bisa mengakibatkan banyaknya jumlah ikan lele dengan ukuran yang terlampau berbeda.

Tahapan-tahapan cara pemberian pakan ikan lele di atas tentu harus dilakukan dengan konsisten. Selain itu, pastikan pula Anda untuk menghindari pemberian tambahan pakan lele yang mentah karena bisa mempengaruhi tabiat ikan menjadi lebih ganas.

Tertarik dengan budidaya lele? Ingin keuntungan menjadi bertambah banyak? Baca Cara Terbaik Budidaya Ternak Lele 

Cara Pembibitan Ikan Lele Hingga Panen Benih Siap Jual

Cara pembibitan ikan lele dengan benar. Ada 2 jenis upaya dalam budidaya ternak ikan lele, diantaranya upaya pembenihan dan pembesaran ikan lele. Setiap peternak yang membesarkan ikan lele umumnya tak membenihkannya sendiri. Dimana mereka lebih memilih membeli benih kepada peternak benih ikan lele supaya lebih praktis. Selain itu juga usaha pembibitan ikan lele membutuhkan ketelitian dan keterampilan lebih tinggi. Cara pemeliharaan juga perlakuan dari budidaya ikan lele untuk pembesaran dan pembenihan pun berbeda.
"Cara pembibitan ikan lele dengan benar dan tepat sampai panen. Pembenihan ikan lele dilakukan dengan melewati beberapa tahapan mulai dari pemilihan indukan hingga tahap panen"

Tahapan Cara Pembibitan Ikan Lele 

Sebenarnya, para peternak itu sendiri lebih baik fokus untuk satu jenis segmen usaha saja. Bagi Anda yang ingin mencoba usaha pembenihan ikan lele, bisa mengikuti tahapan-tahapan yang kami ulas dibawah ini!

1. Pemilihan Indukan

Cara pembibitan ikan lele yang pertama adalah harus menyeleksi calon indukan dari ikan lele terlebih dulu. Calon indukan pada upaya pembibitan lele sendiri sebaiknya dimulai dari ukurannya masih sekitar 5 hingga 10 cm. Anda bisa memilih jenis ikan lele dengan sifat yang unggul, misalnya mempunyai bentuk tubuh baik, tidak cacat, sehat, pertumbuhannya cepat, dan gerakannya lincah. Lalu, pelihara para calon indukan yang unggul tadi di kolam pemeliharaan yang Anda buat sendiri.

Untuk perawatan calon indukan itu sendiri lebih baik diperlakukan secara istimewa, melalui pemberian pakan berkualitas serta system pengairan yang juga baik. Penyeleksian calon indukan ini bisa dilakukan sekali dalam 2 minggu. Pastikan pula untuk memisahkan calon indukan ini berdasarkan ukuran supaya lele tidak saling memakan satu dengan yang lainnya alias kanibal. Sesudah calon dari indukan lele sudah cukup ukuran dan umurnya, bisa memilih indukan lele sehat dan bugar serta bebas penyakit.

2. Pemijahan Ikan

Tahap pembibitan ikan lele berikutnya meliputi pemijahan ikan atau dengan mengawinkan ikan lele tersebut. Metode mengawinkan ikan ini dapat dilakukan untuk berbagai metode, entah itu yang intensif atau alami. Dimana pemijahan alami artinya perkawinan tanpa membutuhkan campur tangan dari manusia untuk proses pembuahan antara sperma dan sel telurnya. Berbeda dengan pemijahan intensif pada cara pembibitan ikan lele yang merupakan proses dari perkawinan dengan membutuhkan intervensi dari manusia pada pembuatannya.
Dalam pemijahan secara intensif ada beberapa cara yang biasa digunakan, diantaranya penyuntikan hormone buatan, penyuntikan hipofisa dan pembuahan in vitro atau di dalam tabung.

3. Pemeliharaan Larva

Setelah proses pemijahan biasanya akan memproduksi larva ikan lele yang tentunya harus dibesarkan pada cara pembibitan ikan lele ini. Pisahkan larva terhadap induknya. Dalam pemeliharaan larva itu sendiri kualitas dari air kolam pun harus terjaga. Kemudian usahakan terdapat aerasi memakai aerator sebagai penyuplai oksigen. Adapun suhu kolam sendiri mesti dipertahankan pada kisaran sekitar 28-29 derajat celcius. Hal yang tak kalah pentingnya yaitu dengan menjaga kebersihan dari kolam itu sendiri. Bersihkan kolam terhadap sisa pakan dan kotoran memakai spons.

4. Pendederan Benih

Cara pembibitan ikan lele berikutnya adalah tahap pendederan benih. Pendederan ini merupakan tahapan pelepasan benih ikan pada tempat pembesaran dengan sementara. Tahapan proses ini adalah salah satu bagian tahapan yang penting pada pembenihan ikan. Adapun tempat pendederan sendiri umumnya memakai kolam kecil lewat pengaturan lingkungan dengan ketat. Selain itu, tahapan tersebut dibutuhkan karena bibit ternak itu sendiri masih rentan dari serangan penyakit, hama juga perubahan lingkungan ekstrim.

Itulah beberapa cara pembibitan ikan lele yang paling penting yang harus dilakukan. Untuk pemanenan benih ikan lele sendiri umumnya membutuhkan waktu hingga 8-9 mingguan setelah benih menetas. Adapun ukuran bibit lele yang siap panen biasanya berukuran sekitar 5-7 cm.

Tertarik dengan budidaya lele? Ingin keuntungan menjadi bertambah banyak? Baca Cara Terbaik Budidaya Ternak Lele 

Modal Usaha Ternak Lele dan Analisa Keuntungannya

Apakah Anda sedang mencari tahu berapa modal usaha ternak lele? Untuk membantu Anda yang sedang menganalisis usaha ternak ikan lele, berikut akan dibagikan uraian mengenai modal dan keuntungan usaha ternak lele. Siapa yang tidak ingin mendapatkan keuntungan besar dari usaha yang dilakukannya. Tentunya Anda juga ingin menjadi salah satu pengusaha sukses, walaupun hanya usaha ternak ikan lele. Anda tidak perlu minder, ada banyak peternak ikan lele yang sukses dengan penghasilan puluhan juta rupiah. Jika Anda ingin menjadi salah satunya, lakukanlah analisa yang tepat untuk usaha ternak lele.

Modal Usaha Ternak Lele Menggunakan Terpal

Ternak lele dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana, modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Ternak lele sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan kolam terpal, biayanya lebih terjangkau. Lalu, berapa besar modal usaha ternak lele kolam terpal? Berikut ini adalah uraian bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana analisa ternak lele:

1. Modal

Modal usaha ternak lele yang harus Anda persiapkan terdiri dari modal utama, diantaranya yaitu:
  • Terpal seharga 600 ribu rupiah
  • Selang seharga 50 ribu rupiah
  • Gayung seharga 20 ribu rupiah
  • Ember karet seharga 30 ribu rupiah

Jumlah modal tersebut yaitu sebesar 700 ribu rupiah.
Selain modal tersebut, Anda juga harus menyiapkan biaya produksi yang juga termasuk modal usaha ternak lele. Antara lain yaitu:
  • Bibit lele (6000 ekor) seharga 1,2 juta rupiah
  • Pakan selama 3 bulan sekitar 500 ribu rupiah
  • Tenaga kerja sebesar 850 ribu rupiah
  • Vitamin sekitar 100 ribu rupiah
  • Biaya tambahan sekitar 150 ribu rupiah

Jumlah modal tambahan ini yaitu sekitar 2,8 juta rupiah.

2. Analisa Keuntungan

Setelah menghitung modal usaha ternak lele tersebut, selanjutnya hitunglah perkiraan keuntungan yang akan Anda terima. Caranya hitung terlebih dahulu pendapatan Anda, yaitu: Hasil panen kurang lebih 80 persen dikalikan 6000, yaitu sekitar 4800 ekor ikan lele yang dapat dipanen. Setelah itu dibagikan 6 dengan perkiraan 1 kg terdapat 6 ekor, hasilnya yaitu sekitar 800 kg. Jika setiap kilogram ikan lele dibeli dengan harga 10 ribu rupiah, maka pendapatan totalnya yaitu 8 juta rupiah. Keuntungan yang dapat Anda kantongi yaitu total pendapatan dikurangi total modal yang Anda keluarkan, yaitu: 8 juta rupiah dikurangi 3, 5 juta rupiah hasilnya yaitu 4,5 juta rupiah. 

Baca Juga:

Itu adalah keuntungan yang dapat Anda peroleh dengan membudidayakan ternak ikan lele menggunakan kolam terpal. Analisa modal usaha ternak lele terpal ini hanya sebagai gambaran saja. Untuk modal yang seharusnya Anda keluarkan tentunya disesuaikan dengan harga-harga yang ada di daerah Anda. Pasalnya, di setiap daerah harga jual sebuah barang dapat berbeda-beda. Untuk itu, cobalah hitung sendiri dengan memasukkan modal usaha ternak lele sesuai dengan kondisi di lingkungan Anda saat ini. Buatlah analisa yang tepat jika Anda ingin memulai usaha budidaya ternak ikan lele.

Bagaimana? Tidak besar bukan modal yang harus Anda keluarkan untuk melakukan usaha budidaya ternak ikan lele. Selain itu, keuntungan yang diberikan cukup besar, usaha ternak yang satu ini memang menawarkan keuntungan yang sangat menggiurkan. Jika Anda selama ini masih ragu dengan usaha ternak ikan lele, saat ini Anda akan semakin untuk mencobanya. Jangan takut untuk gagal, cobalah untuk membudidayakan ikan lele sebagai usaha dengan prospek yang cukup cemerlang. Demikian yang dapat disampaikan, semoga uraian mengenai modal usaha ternak lele dan analisa keuntungannya ini dapat bermanfaat.

Tertarik dengan budidaya lele? Ingin keuntungan menjadi bertambah banyak? Baca Cara Terbaik Budidaya Ternak Lele 

Tips Membeli Bibit Ikan Lele yang Berkualitas Baik

Pada kesempatan kali ini akan dibagikan tips membeli bibit ikan lele. Bagi Anda yang hendak membudidayakan ikan lele, pastinya Anda membutuhkan bibit yang berkualitas. Bibit memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesuksesan budidaya, begitu juga untuk budidaya ikan lele. Jika Anda menggunakan bibit yang berkualitas, maka hasil panen ikan lele yang Anda budidaya juga akan berlimpah dan berkualitas. Begitu juga sebaliknya, jika Anda tidak menggunakan bibit yang bagus maka hasil panennya tidak sebagus apa yang Anda harapkan.
"Tips membeli bibit ikan lele yaitu dengan memperhatikan kesehatan ikan. Selain itu pilih bibit yang ukurannya sama atau seimbang karena ikan lele adalah hewan kanibal"
Untuk itu, pilih dan belilah bibit ikan lele hanya yang bagus dan berkualitas. Dibawah ini adalah cara memilih ikan lele yg baik yang dapat Anda simak. Berikut adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan:

Kesehatan Ikan

Kesehatan bibit sangat penting untuk Anda perhatikan, jika bibitnya tidak sehat maka sangat rentan mati. Ciri-ciri bibit ikan lele yang baik yaitu memiliki kepala dan tubuh dengan ukuran yang seimbang. Ikan lele yang bagus tidak cacat, sungutnya tidak pucat dan tidak memiliki luka. Warna tubuhnya cerah dan juga tampak mengkilap, selain itu juga memiliki gerakan yang aktif. Tips membeli bibit ikan lele yang satu ini memang memperhatikan bagian fisik dan gerakannya. Hindari memilih bibit ikan lele yang kurang aktif bergerak atau hanya menggerombol di pojok kolam saja.

Ukuran

Tips membeli bibit ikan lele berikutnya yaitu dengan memperhatikan ukuran. Jika Anda membeli bibit ikan lele, Anda tentunya akan membeli dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk itu, Anda harus memilih bibit yang memiliki ukuran yang sama. Jika ukuran bibit tidak sama, pertumbuhannya tidak akan serempak. Sementara ikan lele sendiri merupakan hewan kanibal atau pemakan sejenisnya. Ikan lele yang besar akan memakan ikan lele yang lebih kecil.

Riwayat induk

Tips membeli bibit ikan lele selanjutnya yaitu dengan memperhatikan riwayat induk atau keturunan. Bibit ikan lele yang baik yaitu bukan dari hasil pemijahan dengan tingkat kekerabatan yang dekat. 

Riwayat penyakit

Anda juga sebaiknya menanyakan pada pemilik atau penjual bibit ikan lele mengenai riwayat penyakit. Jika memang ikan lele pernah sakit, tanyakan bagaimana cara penangan ikan lele. Apakah dengan menggunakan antibiotik, probiotik atau vitamin? Jika menggunakan antibiotik, maka tidak disarankan menggunakannya terlalu banyak. 

Secara umum, itulah cara memilih bibit ikan lele yg bagus sebelum Anda membelinya. Jangan hanya asal membeli bibit ikan lele karena sangat berpengaruh pada kesuksesan budidaya yang Anda lakukan. Terlebih lagi jika Anda adalah pemula, tentunya Anda tidak memiliki pengalaman bagaimana cara membudidayakan ikan lele dengan baik dan benar. Namun jika Anda pernah atau sering melakukan budidaya ternak ikan lele, Anda akan tahu betapa pentingnya pemilihan bibit ikan lele yang berkualitas. Jangan hanya asal membeli bibit ikan lele dan terapkan tips membeli bibit ikan lele tersebut.

Baca Juga:

Tidak jarang para peternak ikan lele yang mengalami kegagalan karena salah dalam pemilihan bibit. Terutama ketika memilih bibit dengan ukuran yang tidak seimbang, banyak ikan lele kecil yang dimakan ikan lele yang lebih besar. Akibatnya jumlah ikan lele yang dibudidayakan menjadi berkurang bahkan dalam jumlah yang sangat besar. Selain itu, ada juga peternak yang mengalami kerugian besar karena bibit tidak dapat tumbuh sehat dan banyak yang mati mengapung. Hal tersebut juga dapat terjadi karena faktor kesehatannya. Untuk itu, pastikan Anda menerapkan tips membeli bibit ikan lele di atas.

Tertarik dengan budidaya lele? Ingin keuntungan menjadi bertambah banyak? Baca Cara Terbaik Budidaya Ternak Lele 

Cara Pemijahan Ikan Lele yang Baik dan Benar

Cara pemijahan ikan lele secara mudah akan dibagikan pada kesempatan berikut ini. Usaha budidaya ikan lele memang cukup banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Dalam prosesnya terdapat 2 cara, yaitu pembenihan dan pembesaran. Namun sebagian peternak ikan lele tidak melakukan pembenihan sendiri dan hanya melakukan pembesaran saja. Para peternak ikan lele tersebut membeli benih ikan lele yang siap pakai. 
"Cara pemijahan ikan lele harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Pemijahan sebaiknya dilakukan di kolam khusus untuk pemijahan, ukurannya lebih kecil"
Namun untuk Anda yang ingin melakukan pembenihan sendiri, Anda harus melakukan pemijahan. Lalu, bagaimana cara pemijahan ikan lele yang baik dan benar? Simak ulasan berikut. Ini Dia Cara Pemijahan Ikan Lele yang Benar. 

Berikut adalah proses dan cara mudah melakukan pemijahan ikan lele:

Memilih indukan

Cara pemijahan ikan lele pertama yang dapat Anda lakukan yaitu memilih indukan. Pilih indukan yang jantan dan betina yang memiliki bobot seimbang, tujuannya yaitu agar salah satu indukan tidak ada yang merasa takut dengan indukan lainnya. Selain itu, tingkat keberhasilannya juga lebih besar dengan indukan yang memiliki bobot seimbang.

Menyediakan kolam

Cara pemijahan ikan lele berikutnya yaitu dengan menyediakan kolam pemijahan. Kolam pemijahan tidak sama dengan kolam pembesaran, ukurannya lebih kecil. Ukuran yang disarankan untuk kolam pemijahan yaitu panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m. Atau jika ingin sedikit lebih besar, gunakan ukuran panjang 3 m, lebar 2 m dan tinggi tetap 1 m. Usahakan agar dasar kolamnya terbuat dari semen. Atau Anda juga dapat menggunakan bahan fiberglass, tujuannya yaitu agar Anda lebih mudah dalam mengawasi telur hasil dari pembuahan ikan lele.
Jika Anda sudah selesai melakukan cara pemijahan ikan lele tersebut, jangan langsung menggunakan kolamnya. Namun keringkan kolam terlebih dahulu dengan cara menjemurnya sampai kering. Jika sudah, maka Anda dapat melanjutkannya dengan mengisi kolam menggunakan air bersih. Pastikan cara pemijahan ternak ikan lele ini menggunakan air bersih dengan kualitas yang baik.

Memasang kakaban

Kakaban dapat dibuat dari bambu, tujuannya yaitu untuk mengamankan telur hasil produksi ikan lele. Kakaban tersebut sebaiknya diberi pemberat agar tidak mengambang di permukaan air kolam dan tidak jatuh di lantai kolam. Kakaban harus dibuat sekokoh mungkin agar tidak mudah rusak akibat gerakan ikan lele indukan yang aktif. Cara pemijahan ikan lele ini harus dilakukan dengan cara yang benar. 

Menjaga kualitas air

Jangan hanya asal dalam melakukan pemijahan ikan lele, perhatikan kualitas air yang akan Anda gunakan. Air yang akan digunakan untuk memijah ikan lele sebaiknya yang kaya akan oksigennya. Untuk itu Anda sebaiknya menerapkan aerasi untuk kolam pemijahan ikan lele tersebut.

Lakukan pemijahan

Untuk pemijahan dapat Anda lakukan mulai sore hari, masukkan indukan ternak ikan lele sejak sore hari. Biasanya pemijahan akan berlangsung di malam hari sampai pagi hari. Jika proses pemijahan berhasil, maka akan menghasilkan telur transparan yang tembus pandang. Namun jika tidak berhasil, biasanya telur berwarna putih susu. 

Segera setelah cara pemijahan ikan lele yang benar, Anda dapat mengambil semua telur-telurnya. Jika tidak segera diambil bisa jadi telur akan dimakan para indukannya. Pasalnya, para indukan lele akan merasa lapar setelah melakukan pemijahan. Ikan lele termasuk kanibalisme atau pemakan sejenisnya sendiri.

Baca Juga:

Selanjutnya Anda dapat melakukan penetasan dengan meletakkan telur di akuarium. Telur yang gagal menetas dapat segera Anda singkirkan agar tidak menimbulkan penyakit. Setelah 1 hari atau 24 jam, telur akan menetas dan menjadi larva. Demikian ulasan mengenai cara pemijahan ikan lele, selamat mencoba dan semoga berhasil.

Tertarik dengan budidaya lele? Ingin keuntungan menjadi bertambah banyak? Baca Cara Terbaik Budidaya Ternak Lele