Blog Peternakan | Info Peternakan Indonesia

Tahapan Proses & Cara Membuat Silase Untuk Pakan Ternak

Pembuatan silase sudah dikenal lama sekali dan berkembang pesat di negara yang beriklim subtopis. Prinsip pembuatan silase adalah fermentasi hijauan oleh mikroba yang banyak menghasilkan asam laktat. Mikroba yang paling dominan adalah dari golongan bakteri asam laktat homofermentatif yang manpu melakukan fermenasi dalam keadaan aerob sampai anaerob. Asam laktat yang dihasilkan selama proses fermentasi akan berperan sebagai zat pengawet sehingga dapat menghindarkan pertumbuhan mikroorganisme pembusuk. Rendahnya kandungan bahan kering dan WSC (waler soluble carbohydrate) dari HMT tropis (C4) yang dipotong segar manyebabkan rendahnya kualitas fermentasi. Kondisi iklim lingkungan saat pelayuan sangat mempengaruhi agar dapat memberikan efek positif pada pola fermentasi silase.

Tahapan Proses & Cara Membuat Silase Untuk Pakan Ternak

Sebagian bakteri pada proses tersebut memecah selulosa dan hemiselulosa menjadi gula sederhana. Sebagian lagi bakteri menggunakan gula sederhana tersebut menjadi asam asetat, laktat atau butirat. Proses fermentasi yang sempurna harus menghasilkan asam laktat sebagai produk utamanya, karena asam laktat yang dihasilkan akan berperan sebagai pengawet pada silase yang akan menghindarkan hijauan dari kerusakan atau serangan mikroorganisme pembusuk. Bagi ternak yang mengkonsumsi silase, asam laktat yang terkandung dalam silase akan digunakan sebaga sumber energi.

Bakteri asam laktat yang digunakan sebaiknya bersifat homofermentatif sehingga hanya menghasilkan asam lakat selama proses ensilase. Aditif dari sumber karbohidrat yang dapat dimanfaatkan diantaranya adalah dedak padi, molases sumber pati, pulp kulit jeruk dan bungkil kelapa. Bagi Indonesia peluang sangat terbuka untuk mengembangkan teknologi silase dengan menggunakan aditif bahan lokal baik inokulum bakteri asam laktat maupun bahan aditif darisumber karbohidrat.

Prinsip dasar pembuatan silase memacu terjadinya kondisi anaerob dan asam dalam waktu singkat. Ada 3 hal penting agar diperoleh kondisi tersebut yaitu 
  • menghilangkan udara dengan cepat, menghasilkan asam laktat yang membantu menurunkan pH
  • mencegah masuknya oksigen kedalam silo
  • menghambat pertumbuhan jamur selama penyimpanan. 

Fermentasi silase dimulai saat oksigen telah habis digunakan oleh sel tanaman. Bakteri menggunakan karbohidrat mudah larut untuk menghasilkan asam laktat dalam menurunkan pH silase. Tanaman di lapangan mempunyai pH yang bervariasi antara 5 dan 6, setelah difermentasi turun menjadi 3,6 sampai 4,5. Penurunan pH yang cepat membatasi pemecahan protein dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme anaerob merugikan seperti enterobacteria dan clostridia. Produksi asam aktat yang berlanjut akan menurunkan pH yang dapat menghambat pertumbuhan semua bakteri.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas silase

Kualitas silase tergantung pada nilai nutrien tanaman. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai nutrien tanaman adalah umur hijauan atau umur kedewasaan saat tanaman tersebut dipotong. Semakin tua tanaman, proporsi karbohidrat nonstruktural semakin menurun; sebaliknya proporsi karbohidrat struktural menjadi meningkat. Proporsi karbohidrat non-struktural yang rendah tidak menguntungkan dalam pembuatan silase karena kandungan karbohidrat terlarut yang merupakan konstituen karbohidrat non struktural menjadi sangat terbatas bagi bakteri pembentuk asam laktat, sehingga perlu dilakukan pemberian aditif berupa dedak halus untuk meningkatkan kandungan karbohidrat terlarut. Ensilase dapat mengakibatkan terjadinya kehilangan bahan kering (BK) maupun bahan organik (BO) silase jika dibandingkan hijauan segarnya.

Bekatul. Bekatul merupakan hasil sampingan atau limbah dari proses penggilingan padi. Menurut hasil penelitian, kurang lebih 8%-8,5% dari berat padi adalah bekatul. Nutrien yang terdapat dalam bekatul adalah protein kasar 9% - 12%, pati 15% - 35%, lemak 8% - 12%, serta serat kasar 8% - 11%. Bekatul memiliki kandungan serat kasar yang lebih tinggi dari pada jagung atau sumber energi lain. Oleh karena itu, bekatul diberikan dalam jumlah terbatas, tergantung pada jenis ternaknya.

Molases. Tetes atau molases berasal dari hasil ikatan pada proses penggilingan tebu menjadi gula. Kandungan gula dalam tetes mencapai 77%, serta mengandung protein kasar sebesar 3,5%. Tetes tebu berwarna cokelat kemerahan, kalau dicicipi akan terasa manis. Oleh karenanya molases banyak digunakan pada pakan sapi untuk menambah nafsu makan ternak.

Silo. Silo sebagai tempat pembuatan silase juga memegang peranan penting dalam pembuatan silase. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan berkaitan sengan silo ini, yaitu: Silo harus mampu mendukung kondisi anaerob (kedap udara). Untuk membuat kondisi an-aerob umumnya hijauan dalam silo dipadatkan dengan cara diinjak-injak, dilindas dengan traktor atau menggunakan pompa vacuum (untuk kantong plastik). Selama ensilase sampai penyimpanan silo tidak boleh bocor. Mudah untuk diisi hijauan, dimampatkan dan ditutup. Mudah cara pengambilan hijauan dan mudah ditutup kembali agar sisa silase dalam silo yang masih belum digunakan tidak rusak. Terbuat dari bahan yang tahan asam, seperti : tembok dan plastik.

Manfaat silage

Maksud pembuatan silase adalah pengawetan HMT dengan memperhatikan kehilangan nutrisi yang minimal dan menghidarkan dari perubahan komposisi kimia pakan ternak. Kualitas silase yang baik diperlihatkan melalui beberapa parameter seperti pH, asarn laktat, warna, tekstur, suhu, persentase kerusakan dan kandungan nutrisi dari silase.

Manfaat pembuatan silase
  • Persediaan makanan ternak pada musim kemarau
  • Menampung kelebihan HMT pada musim hujan dan memanfaatkan secara optimal
  • Mendayagunakan hasil ikutan dari limbah pertanian dan perkebunan. 

Keunggulan dari produk silase:
  • Nilai gizi silase setara dengan hijauan segar bahkan dapat lebih tinggi
  • Disukai oleh ternak
  • Tersedia sepanjang tahun baik musim hujan maupun kemarau

Cara Membuat Silase Pakan Ternak 

Alat yang digunakan adalah silo  (toples kaca), alat pemotong hijauan (parang/golok), kantong plastik, cawan petri, kertas pH, dan timbangandan bahan yang digunakan rendeng (rumput raja ), rumput raja, molases, dan bekatul.

Hijauan yaitu rumput raja dicacah menjadi lebih kecil. Cacahan hijauan dimasukkan ke dalam silo (toples kaca) dan ditambah dengan bahan aditif silase sedikit demi sedikit. Bahan aditif silase ada 2 yaitu molases dan bekatul. Toples yang satu tidak ditambahkan dengan bahan aditif karena tujuannya sebagai kontrol dari kedua toples dengan tambahan bahan aditif. Toples yang kedua ditambah dengan molases, dan toples yang ketiga ditambah dengan bekatul. Silo ditutup rapat lalu didiamkan selama 3 minggu dan diamati bau, warna, tekstur dan pH.


3 Proses Utama Pembuatan Pakan Pelet Untuk Ternak

Pembuatan pakan pelet untuk ternak terbagi menjadi 3 proses utama yaitu grinding, mixing dan pelleting.

3 Proses Utama Pembuatan Pakan Pelet Untuk Ternak

Grinding

Grinding merupakan proses pengurangan ukuran partikel, merupakan metode yang paling mudah digunakan, paling murah dan paling sederhana metodenya. Biasanya dilakukan pada biji-bijian, hasil penggilingan biji-bijian dengan menggunakan alat penggilingan maka hasilnya akan bervariasi berkisar antara sangat halus sampai sangat besar, tergantung pada saringan penggilingan yang digunakan. 

Grinding mempunyai kegunaan antara lain: 
  • memperluas permukaan partikel bahan pakan sehingga dapat meningkatkan kecernaan,
  • mempermudah penanganan atau handling karena relatif lebih kompak atau massif
  • mempermudah pencampuran beberapa bahan pakan yang berbeda
  • meningkatkan efisiensi dalam pembuatan pellet

Mixing

Pencampuran (mixing) merupakan suatu faktor yang penting dalam proses produksi pakan ternak. Pencampuran merupakan suatu proses yang mencakup proses pengadukan dan pengacakan. Pencampuran bertujuan untuk menggabungkan beberapa bahan (komponen) dengan cara menyebarkan bahan sehingga pada jumlah tertentu dari campuran tersebut terdapat komponen bahan dalam perbandingan yang tetap. Pencampuran melibatkan kombinasi pencampuran antara bahan bentuk padat-padat (solid-solid) dan padat-cair (solid-liquid). Proses pencampuran dikatakan berlangsung baik jika komponen yang dicampur dari sampel dan yang terambil selama proses pencampuran telah terdistribusi melalui komponen lain secara acak.

Kualitas mixing dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ukuran partikel, berat spesifik, bentuk partikel, hidroskopisitas dari partikel, kepekaan terhadap daya rekat pada permukaan yang kasar atau akibat penambahan minyak dan dipengaruhi juga lama mixing, kecepatan putaran motor dan kapasitas mixer yang tepat.

Pelleting

pelleting merupakan salah satu proses pengolahan pakan dengan menggabungkan beberapa bahan pakan sehingga menjadi bentuk yang kompak melalui proses penekanan (proses mekanik). Pemeletan ini bertujuan untuk membentuk suatu kesatuan pakan yang tidak mudah tercecer. Pemeletan yang dilakukan dengan mesin pelletizer akan mengefisienkan proses pengolahan karena pellet akan langsung mengering sehingga tidak perlu lagi proses pengeringan.

Bahan baku setelah masuk mesin pellet akan mengalami proses pemanasan dengan uap dan penekanan. Tekanan uap yang digunakan yaitu 1,2 bar dengan suhu 80 sampai 85°C untuk mengetahui ketepatan proses dari conditioner ini dilakukan pengukuran suhu dan kadar air dari bahan pakan yang mengalami proses conditioner. Suhu yang diharapkan setelah bahan pakan mengalami conditioning adalah antara 80 sampai 85°C dan kadar air sebesar 11 sampai 12% 

Cara Membuat Urea Molases Block (UMB) Untuk Pakan Ternak

Strategi untuk meningkatkan konsumsi pakan oleh ternak pada kondisi pemeliharaan tradisional ialah dengan memberikan suplemen yang tersusundari kombinasi bahan ilmiah sumber protein dengan tingkatan jumlah tertentu yang secara efisien dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan dan kegiatan mikroba secara efisiendi dalam rumen.

Cara Membuat Urea Molases Block (UMB) Untuk Pakan Ternak

Urea Molasses Block (UMB) adalah pakan tinggi protein terkonsentrasi yang mengandung sejumlah pasokan mineral dan vitamin yang diperlukan. UMB menyuplai Non Protein Nitrogen (NPN) untuk mikroba rumen tanpa risiko. Pemberian UMB memiliki fungsi  meningkatkan palatabilitas sehingga  meningkatkan asupan pakan. UMB  juga dapat memicu kenaikan berat badan, kekuatan bekerja dan produksi susu sapi, kerbau, domba dan kambing meningkat. Daya cerna dan daya serap dari roughages saja (jerami) meningkat dengan memakan UMB. UMB dapat meningkatkan nilai gizi pakan keras, betina menjadi cepat mengalami heat dan menjadi hamil, calving interval pada sapi menurun serta jika diberikan ke hewan bunting, akan didapat pedet yang kuat dan sehat saat lahir.

Suplementasi dengan Urea Molasses Block (UMB) dapat meningkatkan kecernaan pakan berserat hingga 20%, meningkatkan nutrisi yang diterima hewan dan dapat meningkatkan konsumsi pakan sebanyak 25 sampai 30%. Apabila ada yang sumber protein dengan kualitas yang baik seperti cottonseed cake atau nougseed cake ditambahkan ke blok, hewan akan tumbuh lebih cepat. Hewanjuga akan diuntungkan jika bahan pakan lain seperti vitamin, mineral, obat-obatan, dan lain-lain ditambahkan keblok.

Urea Molasses Block dapat diproduksi di farm.Pembuatan cukup mudah dan sederhana dan ada proses yang berbedayang dapat digunakan sesuai dengan kondisi setempat. Proses pembuatan dapat dibagi menjadi empat tahap yakni,

  • persiapan komponen
  • mixing
  • molding
  • drying
Analisis kimia menunjukkan bahwa blok mengandung bahan kering tinggi, 11 sampai 16% protein kasar dan 72 sampai 75 % ekstrak nitrogen bebas berdasarkan DM basis. Pakan blok kaya nutrisi kemudian dapat disiapkan dan digunakan dalam strategi pakan ruminansia.

Kebutuhan pakan untuk penggemukan sapi potong dapat dipenuhi dengan pakan hijauan (sebagai pakan utama) dan konsentrat (sebagai pakan penguat) dan UMB (sebagai pakan suplemen) yang bermanfaat untuk ternak untuk melengkapi zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh sehingga komposisi seimbang untuk produksi secara optimal

Cara Membuat Urea Molases Block

Alat yang digunakan pada Membuat Urea Molases Block adalah timbangan, nampan, kompor, cetakan UMB, dan pemukul. sedangkan bahan yang digunakan  adalah bekatul, pollard, bungkil kedelai, premix ruminansia, molasses, jagung giling, konsentrat itik dan urea.

Pembuatan UMB menggunakan metode hangat. Metode hangat dilakukan dengan cara menimbang bahan-bahan pengisi sesuai formulasi kemudian dicampur secara rata (mixing) menggunakan tangan. Molasses dipanaskan dahulu kemudiandimasukkan sedikit demi sedikit dan diaduk-aduk hingga rata selanjutnya bahan-bahan yang sudah tercampur tersebut dicetak dengan silinder (alat pencetak UMB) kemudian dikeluarkan. 

Cara dan Proses Transaksi Di Pasar Hewan

Cara dan Proses Transaksi Di Pasar Hewan. Pembeli datang langsung ke pasar, kemudian melihat-lihat ternak yang ada, biasanya akan ada seorang blantik yang mendekati pembeli. Apabila pembeli tertarik dengan ternak yang dilihatnya maka akan terjadi tawar-menawar antara blantik dengan pembeli. Biasanya ternak baik sapi maupun kambing dan domba di ajak jalan-jalan agar bisa dilihat postur tubuhnya.

Cara dan Proses Transaksi Di Pasar Hewan

Selain biasanya diajak jalan-jalan biasanya ternak dipegang bagian perut dan pahanya. Kemudian apabila sudah terjadi kesepakatan harga, maka pembeli berjabat tangan dengan penjual dan pembeli menyerahkan uang tunai atau dapat dibayar sesuai dengan kesepakatan pada pemilik ternak lalu pemilik ternak menulisnya dalam buku catatan yang dibawanya. Setelah pembayaran selesai, ternak dilepas dari tiang pengikat lalu diangkut oleh pembeli dengan menggunakan pick up atau truk atau kendaraan lainnya.

Cara Penawaran

Cara penawaran ternak di Pasar Hewan Prambanan Klaten ada dua macam yaitu penjual atau pemilik menawarkan hewan ternaknya pada pembeli langsung, dan melalui perantara atau blantik, blantik menawarkan hewan ternak milik penjual atau pemilik kepada pembeli.

Proses Jual Beli

Penjual atau pemilik menawarkan hewan ternaknya pada pembeli apabila sudah terjadi kesepakatan harga kedua pihak akan berjabat tangan dan pembeli memberikan uang koin atau uang ribuan sebagai tanda jadi.

Cara Pembayaran

Cara pembayaran ternak di Pasar Hewan Prambanan Klaten dapat dilakukan dengan secara tunai yaitu apabila sudah terjadi kesepakatan harga antara penjual dan pembeli maka pembeli langsung menyerahkan uang secara tunai kepada penjual. Cara yang lain yaitu dengan tanda jadi, apabila sudah terjadi kesepakatan harga kedua pihak akan berjabat tangan dan pembeli memberikan uang koin atau uang ribuan sebagai tanda jadi. Dapat juga dilakukan secara kredit, apabila sudah terjadi kesepakatan harga kemudian pembeli belum mempunyai uang, maka pembayaran dapat dilakukan secara bertahap atau mengangsur. Selain itu dengan separuh harga, pembayaran dilakukan dengan membayar separuh harga terlebih dahulu dari harga sebenarnya kemudian setengahnya lagi dibayar di lain waktu sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan. 

Proses Ternak Keluar dari Pasar

Proses pengeluaran ternak dari pasar yaitu ternak dituntun dari tempat transaksi sampai ke kendaraan pengangkut (pick up atau truk) lalu ternak langsung dinaikkan ke kendaraan, apabila menggunakan motor kaki ternak diikat lalu ternak dimasukkan dikeranjang. Biaya retribusi (Pasar Hewan Prambanan Klaten) untuk ternak sapi yaitu Rp 2000,- untuk ternak yang tidak laku terjual, sedangkan Rp 4000,- untuk ternak yang laku terjual.

4 Pelaku Pasar Yang Ada Di Pasar Hewan (Ternak)

Di pasar hewan tidak hanya ada penjual dan pembeli. biasanya di pasar tersebut ada beberapa perantara atau blantik yang membantu menjual hewan ternak kepada pembeli. berikut ciri - ciri pelaku pasar yang ada di pasar hewan.

pelaku pasar hewan ternak

Ciri-Ciri Penjual dan Tugasnya 

Ciri-ciri seorang penjual ternak ternak sapi ataupun kambing dan domba membawa buku catatan yang digunakan untuk mencatat hasil transaksi, berpakaian rapi, membawa tas untuk membawa uang hasil transaksi. Perilaku penjual bertugas untuk menyuruh perantara (blantik) untuk menawarkan ternaknya kepada pembeli.

Ciri-Ciri Penuntun dan Tugasnya

Ciri-ciri seorang penuntun ternak berpakaian tidak serapi penjual, memakai kaos biasa (oblong), memakai sandal jepit, dan membawa cambuk yang digunakan untuk alat bantu saat menuntun ternak. Penuntun biasanya cuma menuntun ternak milik penjual sehabis dituntun ke pasar maka penuntun tersebut mendapat imbalan.

Ciri-Ciri Perantara dan Tugasnya

Ciri-ciri seorang perantara atau blantik orang biasanya berpakaian rapi, memakai topi koboi, memakai sandal jepit, mambawa cambuk, dan gaya bicaranya sangat luwes. Perantara biasanya mendekati calon pembeli dan menawarkan ternak yang diinginkan pembeli. Di pasar dikenal dua perantara yaitu blantik dan dolob.

Ciri-Ciri Pembeli dan Tugasnya

Ciri-ciri seorang pembeli biasanya berpakaian sangat rapi, membawa tas, memakai sepatu atau sandal. Pembeli biasa membeli hewan ternak dengan datang langsung ke pasar, sehingga bisa melihat langsung ternak yang akan dibeli.

Fermentasi Jerami Padi Untuk Pakan Ternak

hijauan pakan segar yang mudah didapat dari berbagai jenis limbah organik adalah jerami padi. Jerami padi merupakan hijauan pakan yang banyak mengandung serat kasar seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin yang sulit dicernakan, sedangkan unsur-unsur protein, lemak dan karbohidrat sangat sedikit. Salah satu usaha meningkatkan nilai nutrisi jerami yaitu dengan cara amoniasi, fermentasi atau dibuat silase.

Fermentasi Jerami Padi Untuk Pakan Ternak

Kata fermentasi berasal dari bahasa latin ferfere yang artinya mendidihkan. Hal ini sehubungan dengan minimnya pengetahuan pada saat itu sehingga terbentuknya gas dari suatu cairan kimia hanya dapat dibandingkan dengan keadaan seperti air mendidih. Perlakuan biologis (fermentasi) bertujuan untuk meningkatkan nilai nutrisi kecernaan jerami padi dengan bantuan mahluk hidup misalnya dengan menumbuhkan jamur, baktri atau dengan penambahan enzim yang bertujuan untuk mendegradasi lignohemiselulosa yaitu komponen serat kasar yang terutama menggangu kecernaan.

Menurut Tisnadjaja dan Subroto menyatakan bahwa fermentasi adalah suatu proses yang melibatkan jasa mikrobia untuk mengubah suatu bahan baku menjadi produk dengan nilai tambah. Dengan fermentasi akan terjadi beberapa proses yang sangat menguntungkan antara lain mengawetkan, merusak atau menghilangkan bau yang tidak diinginkan, meningkatkan daya cerna dan menambah flavor.

Teknologi fermentasi yang dilakukan pada jerami masih sangat sederhana dan belum mengarah pada pemanfaatan jasa renik yang spesifik yang mampu menambahkan ikatan lignin, selulosa pada jerami padi sehingga selulosa dapat dimanfaatkan. Sebagai bahan pakan, jerami padi atau sisa hasil pertanian pada umumnya mempunyai beberapa kelemahan yaitu sifatnya yang voluminous dan memakan tempat (bulky), konsumsi rendah dan nilai nutrisinya sangat rendah karena kadar lignin dan silika tinggi.

Probiotik

Probiotik merupakan hasil teknologi tinggi yang berisi koloni mikroba rumen sapi yang diisolasi dari alam untuk membantu penguraian struktur jaringan pakan yang sulit terurai. Adapun koloni-koloni mikroba tersebut terdiri dari mikroba yang bersifat proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik dan yang bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik.

di Indonesia, dengan bioteknologi telah dihasilkan satu bahan berupa starter yang sering disebut dengan probiotik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecernaan jerami padi dengan cara fermentasi atau dapat digunakan secara langsung sebagai campuran dalam konsentrat. Kelebihan dari jerami fermentasi dengan menggunakan probiotik antara lain mudah dan murah dalam pelaksanannya, meningkatkan nilai cerna dan kadar protein kasar serta dapat disimpan dalam jangka waktu 6 bulan hingga 1 tahun. 

Penggunaan starter mikrobia mampu menurunkan kadar dinding sel (NDF) jerami padi dari 73,41% menjadi 66,14%. Hal ini disebabkan karena selama proses fermentasi terjadi pemutusan ikatan lignoselulosa dan hemiselulosa jerami padi. Mikrobia lignolitik dalam starter membantu perombakan ikatan lignoselulosa sehingga selulosa dan lignin dapat terlepas dari ikatan tersebut oleh enzim ligase.

Proses Fermentasi

Prinsip dasar dari proses fermentasi merupakan proses enzimatik, enzim dari mikroorganisme dapat menghidrolisis komponen dinding sel tanaman dalam bentuk selulosa dan hemiselulosa mejadi molekul yang lebih kecil disakarida dan monosakarida. Komponen tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan maupun kebutuhan hidup pokok mikroorganisme. Hal ini mengakibatkan selama proses fermentasi tesebut akan terjadi kehilangan bahan organik 

Faktor yang mempengaruhi fermentasi

Faktor keberhasilan fermentasi pakan ternak sangat ditentukan jenis bahan pangan (substrat). Mikroba membutuhkan energi yang berasal dari karbohidrat, protein, lemak, mineral dan zat-zat gizi lainnya yang ada dalam bahan pangan (substrat). Demikian pula dengan macam mikroba. Yang perlu dimiliki mikroba dalam fermentasi adalah harus mampu tumbuh pada substrat dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya, dan mikroba harus mampu mengeluarkan enzim-enzim penting yang dapat melakukan perubahan yang dikehendaki secara kimia. Fermentasi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang diperlukan bagi pertumbuhan mikrobia yaitu suhu, udara (oksigen), kelembaban, garam dan asam.

Manfaat Fermentasi Jerami Padi

Fermentasi memiliki berbagai manfaat, antara lain untuk mengawetkan produk pangan, memberi cita rasa atau flavor terhadap produk pangan tertentu,memberikan tekstur tertentu pada produk pangan. Dengan adanya proses fermentasi yang dilakukan oleh mikrobia tertentu diharapkan akan meningkatkan nilai gizi yang ada pada produk fermentasi. Fermentasi juga mampu menurunkan senyawa beracun seperti anti tirosin pada kedelai. Fermentasi juga turut mempertinggi nilai gizi karena mikrobia bersifat memecah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana.

Melalui fermentasi, diharapkan terjadi depolimerisasi selulosa yang merupakan komponen serat utama oleh berbagai enzim selulase mikrobia. Depolimerisasi adalah proses memisahkan senyawa makromolekuler menjadi senyawa yang relatif lebih sederhana. Ciri-ciri hasil fermentasi jerami padi yang baik adalah beraroma harum atau beraroma tape, warna kuning kecoklatan, teksturnya lemas dan tidak berjamur